Kamis, 08 September 2016

Bangunan Ramah Lingkungan Semakin Populer


Tren green building atau bangunan ramah lingkungan semakin populer dan mulai tersebar di seluruh dunia termasuk di pasar negara berkembang. Tren bangunan ramah lingkungan sejatinya dimulai pada awal abad 20, ditandai dengan adanya arsitektur hijau karya Frank Lloyd Wright, dan bangunan bersejarah seperti Falling Water. Sekarang, tren bangunan hijau telah dapat ditemukan di seluruh dunia.

Berdasarkan Survei Tren World Green Building yang dilakukan oleh McGraw Hill Construction, sebanyak 51 persen perusahaan mengharapkan lebih dari 60 persen proyek pembangunan mereka akan ramah lingkungan pada tahun 2015. Riset tersebut menunjukkan bahwa bangunan hijau sekarang telah menjadi bagian penting dalam bisnis.

Selain itu, tren bangunan hijau yang pesat tidak dibatasi oleh letak geografis, tetapi menyebar ke seluruh pasar kontruksi global. Salah satu contohnya adalah Clearpoint Residences yang terletak dekat Kolombo, Sri Lanka. Tempat ini dijuluki sebagai taman vertikal tertinggi di dunia dan pembangunannya dijadwalkan akan selesai pada April 2016.

Keseluruhan fasad bangunan ini ditutupi dengan rumput dan pohon mangga yang tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi saja tetapi juga untuk mengurangi panas di dalam gedung karena dapat secara langsung menghalangi paparan sinar matahari dan memberikan udara segar.



Tanaman-tanaman itu akan berperan sebagai penghalang suara, memberikan kesan teduh serta membersihkan udara di sekitar. Dan oleh karena itu, dana yang digunakan untuk pembelian pendingin ruangan (AC) dapat dikurangi.


Untuk Indonesia, Bali sebagai tempat liburan favorit bagi para turis dari dalam maupun mancanegara dan terkenal akan keindahan alamnya, mulai mengedepankan unsur ramah lingkungan sebagai langkah menjaga kelestarian lingkungannya. Salah satunya bisa dilihat di Villa Mantra, Tabanan Bali. Resor yang terdiri dari 10 bangunan ini memiliki pengelolaan air dan kebun sendiri guna mengurangi sumber daya yang terbuang.

14 Ribu Lensa Kacamata Menjadi Dekorasi Museum Istanbul


Sebanyak 14 ribu lensa dari kacamata bekas menjadi sebuah instalasi seni, yang terpampang tepat di bagian bangunan Museum Pera, Kota Istanbul, Turki.



Instalasi seni tersebut didesain oleh seniman asal Kanada, Caitlind R.C Brown yang berkolaborasi dengan Wayne Garrett. Konsep utama dalam instalasi seni tersebut untuk mencari estetika serta pemantulan berbagai objek pada lensa tersebut.



“Setelah melihat berbagai kompleksitas kota, lensa tersebut akan terlihat semakin indah layaknya sebuah metafora dari berbagai pandangan masyarakat sekitar” ujar Caitlind kepada Curbed.

Lensa tersebut akan merefleksikan berbagai aktivitas padat di jalanan, berbagai pemandangan menarik dari Sungai Bosphorus, memantulkan cahaya matahari, dan bagian paling terbaiknya adalah lensa tersebut akan bergerak sesuai dengan pergerakan angin.




Dekorasi sekaligus instalasi seni tersebut secara tidak langsung menjadi sebuah refleksi dari keindahan Kota Istanbul. Sangat menarik bukan?

Rumah Ramah Energi ini Dibangun Dalam Sehari


Sebuah rumah yang terletak di bagian wilayah Seattle Amerika Serikat, baru saja dibangun dalam waktu tempo satu hari pembuatan. Perusahaan pengembang perumahan Greenfab membuat rumah tersebut lengkap dengan energi yang sangat ramah dengan lingkungan.



Dengan menggunakan bahan bangunan yang sangat ramah lingkungan, maka rumah tersebut 51 persen lebih efisien dibandingkan dengan rumah biasa pada umumnya. Selain itu, keunikan rumah tersebut adalah memiliki pengatur suhu dalam ruangan yang secara otomatis dapat mendeteksi keberadaan penghuni rumah.



Penggunaan kontrol suhu otomatis tersebut tentunya dapat menghemat energi, sesuai dengan kebutuhan para penghuni rumah tersebut.


Pentingnya Sebuah Pohon di Lingkungan Rumah


Tahukah Anda bahwa dengan menanam pohon, dapat merawat berbagai kebutuhan kehidupan Anda? Mulai dari kesehatan, keindahan, serta berbagai aspek lingkungan lainnya, pohon secara langsung maupun tidak dapat memberikan kontribusi yang baik dengan lingkungannya.

Sebuah studi yang dilakukan olehr Roger S. Ulrich, PhD asa Texas A&M University menemukan bahwa pasien yang menginap di sebuah rumah sakit yang sering melihat pemandangan indah dari sebuah taman di rumah sakit, umumnya sehat lebih cepat dibandingkan dengan pasien yang hanya berdiam diri di dalam ruangan.

Dinas Pertamanan Amerika Serikat melaporkan bahwa dengan menanam pepohonan dapat menghemat hingga 56 persen untuk perbaikan udara akibat pemanasan global yang semakin meningkat di setiap tahunnya.



Selain itu dengan menanam pohon, kita secara tidak sadar membentuk sebuah lingkungan hijau, yang secara harfiah sangat bersahabat dengan lingkungan sekitar  kita. Bahkan, dengan tumbuhnya berbagai pepohonan dapat meningkatkan stabilitas emosional serta psikologis manusia untuk menjadi lebih baik lagi.

Dengan memiliki berbagai manfaat di berbagai aspek, tentu saja tidak ada ruginya bukan kita memiliki berbagai pepohonan di lingkungan sekitar kita? Yuk, mulai dari sekarang kita menanam pohon untuk kehidupan yang lebih baik.

Senin, 05 September 2016

3 Meja ini Dapat Menghemat Luas Ruangan Anda

Meja umumnya berfungsi sebagai sebuah tempat untuk menyimpan segala hal. Baik itu perhiasan rumah maupun sebagai tempat menyimpan dan menyaji makanan. Apalagi bila meja tersebut memiliki kedua fungsi tersebut, tentunya akan menghemat luas ruangan Anda, tanpa harus membeli meja yang lainnya. Bagi Anda yang menginginkan meja tersebut, berikut adalah 3 contoh meja yang dapat menghemat luas ruangan Anda;

Meja 1

Meja yang dapat berfungsi sebagai meja keluarga dan kerja tersebut didesain oleh John Strand MK. Meja tersebut memiliki desain yang simpel dan menarik dengan berbagai variasi warna. Umumnya, meja tersebut dapat berfungsi sebagai meja untuk sekadar menyimpan kopi. Namun, dapat juga berfungsi sebagai meja makan serta kerja sehari-hari dalam ruangan;

Meja 2

Lihat, dengan ukuran yang cukup kecil meja tersebut nyatanya dapat berfungsi sebagai meja makan. Meja yang berfungsi sebagai meja ruang tengah ini didesain oleh iMultifunzione Piccolo, dengan desain yang sangat simpel nan minimalis. Bahkan, meja tersebut memiliki berbagai variasi warna yang menarik; dan,

Meja 3


Meja khusus untuk menikmati kopi tersebut dapat berubab menjadi sebuah meja makan yang sangat menarik. Meja yang bernama MK 1 tersebut terbuat dari pohon kenari. Dengan desain yang sangat simpel dan menarik, meja tersebut tentunya dapat menghemat seisi ruangan Anda.


Cerdas, Rumah Kecil Ini Memanfaatkan Setiap Sudut Ruangannya


Rumah bernama D79 tersebut dirancang oleh tim arsitek mode:lina, yang secara khusus didesain untuk keluarga kecil. Rumah tersebut baru saja rampung pada akhir Desember 2014 silam oleh kedua arsitek cerdas Pawel Garus dan Jerzy Wozniak, serta tim arsiteknya yang baru saja berdiri sejak tahun 2009.



Dengan jumlah tim yang terbatas, mereka sangat ahli dan fokus dalam menangani berbagai klien yang ditanganinya. Salah satunya adalah proyek yang satu ini. Dengan luas lahan yang terbatas, mereka memanfaatkan berbagai kesempatan di setiap sudut ruangannya, agar rumah yang relatif sempit tersebut nyaman dan bermanfaat untuk keluarga.



Rumah tersebut merupakan hasil riset Garus dan Wozniak serta timnya. Mereka membangun rumah tesebut melalui pendekatan ramah terhadap lingkungan anak-anak, sehingga rumah pun mudah dan nyaman untuk dihuni. Salah satunya adalah seperti ruang dapur yang menyatu dengan ruang keluarga.




Selain itu, pada meja makan, desainer sengaja memasang papan tulis kapur untuk menarik perhatian sang anak dan membiarkannya sebagai tempat kreasi anak-anak. Dengan menyatukan kedua fungsi tersebut, ruangan pun dapat dimanfaatkan dengan optimal tanpa harus menambah ruangan lainnya. Sama halnya di lantai dua. Sebuah kamar tanpa dibatasi apapun memudahkan pemilik rumah untuk menyimpan berbagai perlengkapan, tanpa khawatir luas ruangan.


4 Tanaman yang Dapat Menyegarkan Udara dalam Ruangan



Untuk mendapatkan udara yang bersih dan sehat, tentunya dibutuhkan desain yang baik dalam mengatur sirkulasi udara di setiap sudut ruangan. Namun, apabila hal tersebut belum terasa maksimal, Anda dapat menggunakan beberapa tanaman rumah, yang ternyata dapat menyegarkan udara di dalam ruangan. Ingin tahu tanaman apa saja? Berikut adalah 4 tanaman yang dapat menyegarkan udara dalam ruangan rumah;

Lidah Buaya
Tahukah Anda bahwa kandungan aloe pada tanama ini dapat memulihkan udara yang kotor? Selain bermanfaat untuk kulit yang terluka, ternyata Lidah Buaya dapat mengontrol kualitas udara di dalam ruangan. Tanaman tersebut dapat membersihkan udara yang kotor seperti polusi dan bahan kimia lainnya yang secara otomatis akan menyerap udara tersebut. Namun, agar hasil lebih maksimal pastikan menyimpan tanaman ini di tempat yang dengan mudah terkena sinar matahari;

Peace Lily
Selain dapat menjadi tanaman hias, ternyata Peace Lily dapat menyerap dan menyegarkan udara dalam rumah juga. Bahkan, tanaman tersebut dapat meminimalisasi tingkat racun yang terdapat di dalam ruangan;



Palem Bambu
Tanaman ini telah diakui oleh Badan Antariksa Nasional Amerika (NASA) sebagai tanaman terbaik untuk mereduksi udara kotor, dengan skor 8.4 dari 10. Maka, tanaman ini tentunya efektif untuk menyegarkan serta membersihkan kembali udara di dalam rumah Anda. Pastikan juga tanaman ini dirawat dengan baik dan selalu terkena paparan sinar matahari; dan,

Sirih Gading

Dengan bentuk daunnya yang menarik di mata, nyatanya Sirih Gading dapat mereduksi berbagai kandungan udara kotor dan formalin di dalam ruangan. Sebaiknya, tanaman ini diletakkan di dekat bagian dapur Anda agar udara dapur pun menjadi lebih segar terbebas dari kandungan kimia yang berbahaya. Menariknya, tanaman ini tanpa paparan sinar matahari yang banyak, dapat tumbuh secara normal.